Bonceng program pemerintah, PDIP sisir konstituen di Blora

Foto: Gatot Aribowo

Program Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen PDIP DPC Kabupaten Blora bekerja sama dengan Puskesmas Jepon. Jatah 200 terperiksa hampir habis saat kegiatan ini digelar selama 3 jam.

Jumat, 10 April 2026 23:55 WIB

BLORA (wartablora.com)—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengagendakan cek kesehatan gratis bulanan di daerah pemilihan Kabupaten Blora. Agenda ini akan bergerak dari satu titik ke titik lainnya di 16 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut. Cek kesehatan yang dipromosikan dengan tajuk Pengobatan Gratis dan Dapur Marhaen ini mengambil start dari markas DPC PDIP Kabupaten Blora pada Jumat, 10 April 2026. Pentolan PDIP dari Senayan, Edy Wuryanto yang duduk di keanggotaan DPR RI dari fraksi PDIP turun langsung memulai gerak mempromosikan program pemerintah sekaligus menanamkan ingatan kolektif terhadap keberadaan partai tersebut di tengah-tengah masyarakat.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Blora Andita Nugrahanto tak menolak jika adanya pengobatan gratis tersebut merupakan sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Ia menyebut jika partainya mendukung program-program pemerintah kendati tidak masuk dalam lingkar kekuasaan ekskutif.

"Ya kita mempromosikan program pemerintah untuk layanan kesehatan, sekaligus menggugah ingatan kolektif masyarakat terhadap partai kami," katanya kepada Gatot Aribowo dari wartablora.com.

Sementara Edy Wuryanto mengatakan, partainya mendukung program pemerintah dalam pelayanan kesehatan kepada rakyat, terutama untuk cek kesehatan gratis. Dukungan ini diberikan dengan kegiatan-kegiatan kepartaian untuk program tersebut.

“Ini memang judulnya pengobatan gratis, tapi kita tidak bawa obatnya karena akan merepotkan. Kita adakan kegiatannya cek kesehatan gratis, setelah itu bisa datang ke faskes pertama dengan BPJS-nya untuk pengobatan,” katanya kepada wartawan.

Ia mengatakan akan mengagendakan cek kegiatan gratis dari PDIP setiap bulannya.

“Kita nanti mobile (bergerak), setiap bulannya sekali, berpindah-pindah,” ujarnya.

Sebelumnya partai berlambang banteng ini mendapat sorotan. Dalam laporan Majalah Tempo edisi 5 April 2026, partai yang tidak lagi berkuasa di kursi-kursi ekskutif ini memainkan politik dua kakinya. Dalam laporan tersebut, Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP mengatakan jika partainya memiliki strategi tersendiri dalam memainkan perannya. Ia menyebut ada 2 kelompok yang dimainkan PDIP. Satunya kritis, satunya untuk lobi.

“Program pengobatan gratis dan dapur Marhaen ini sebagai rangkaian dari strategi lobi,” kata Andita Nugrahanto, Ketua DPC PDIP Kabupaten Blora.