Rabu, 22 April 2026 17:02 WIB
BLORA (wartablora.com)—Seorang anggota TNI yang mengaku satgas intel Kodam IV/Diponegoro menitipkan 200-an sak pupuk ke Polres Blora. Tidak jelas ratusan sak pupuk yang dititipkan ini barang bukti dari tindak pidana atau tidak. Polisi mengaku masih melakukan pendalaman atas perkara ini.
Kepala satuan reserse dan kriminal Polres Blora, AKP Zaenul Arifin mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kejelasan atas kelengkapan bukti-bukti jika urusannya adalah tindak pidana. Karena jika urusannya ini maka polisi yang punya wilayah. Sementara wilayah tentara adalah medan perang.
"Kami memerlukan pendalaman terlebih dulu, dan masih menunggu kelengkapan dari orang tersebut," katanya saat ditemui wartawan di ruangannya, Rabu, 22 April 2026.
Orang yang dimaksud adalah anggota TNI yang mengaku satgas intel Kodam IV/Diponegoro. Intel ini mengontak polisi baru-baru lalu, pada malam hari. Paginya, polisi melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dalam hal ini satgas pupuk bersubsidi. Belum ada kejelasan dari pihak intel ini terkait dengan pupuk yang ia titipkan ke polisi.
"Kami terus melakukan kontak dengannya untuk kelengkapan," kata AKP Zaenul Arifin sembari menunjukan komunikasinya dengan tentara ini melalui aplikasi perpesanan whatsapp.
Dari kronologi yang ia terima, tentara ini melakukan pencegatan kendaraan bermuatan pupuk tersebut.
"Tidak dijelaskan pencegatannya dilakukan di mana," ujarnya.
Total muatan pupuk sekitar 10 ton, dengan jumlah sak sekitar 200-an, dengan per saknya berbobot 50 kilogram.
"Dari kronologi yang kami dapat, pupuk-pupuk ini sempat dibawa ke Cepu dan Semarang sebelum dilimpahkan ke kami," katanya.
Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan yang bersangkutan, apakah terkait dengan tindak pidana atau tidak. Jika tindak pidana, pihaknya meminta kelengkapan barang buktinya.
"Dari informasi yang kami terima, truk bermuatan pupuk dicegat, lalu didatangi oleh pemiliknya orang Desa Bleboh," terangnya.
Bagong Suwarsono, tokoh masyarakat Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora mengaku mendengar tentang peristiwa pencegatan truk bermuatan pupuk ini.
"Pemiliknya punya toko alat-alat pertanian," ujarnya.