Tangkal isu pemilik pupuk, warga Desa Bleboh angkat bicara

Foto: Gatot Aribowo

Toko pertanian milik Munajar di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Jumat, 24 April 2026 12:33 WIB

BLORA (wartablora.com)—Munajar, pemilik salah toko pertanian yang diisukan diciduk aparat TNI perkara pupuk bersubsidi angkat bicara. Sebelumnya Munajar juga telah memberikan keterangan kepada kepolisian terkait dirinya yang diisukan diculik tentara dengan uang tebusan puluhan juta. Isu beredar di media sosial oleh akun-akun yang tidak memiliki kapasitas sebagai penyebar berita profesional. Munajar pun kesal dengan isu yang tidak benar yang ramai di jagat media sosial di Kabupaten Blora. Bahkan ia sama sekali tidak tahu jika orang yang diikutinya hingga ke Cepu tersebut adalah anggota TNI yang bertugas dalam satuan tugas intelijen Kodam IV/Diponegoro.

Kepada Gatot Aribowo dari wartablora.com yang menelepon dari toko pertaniannya di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Munajar bercerita kronologi kejadian.

“Jadi pupuk itu dijual keliling oleh sopir truk. Sedangkan saya dititipi uang oleh petani-petani di desa saya untuk mencarikan pupuk,” katanya di ujung telepon whatsapp, Jumat, 24 April 2026. Posisi Munajar saat ditelepon berada di pinggiran hutan sedang ngarit untuk ternaknya. Ngarit adalah istilah mencari pakan ternak dengan menggunakan arit.

Munajar lalu berhubungan dengan sopir truk pengangkut 10 ton pupuk bersubsidi ini. Ia menuju titik lokasi truk pengangkut pupuk itu diberhentikan di tengah hutan yang tidak jauh dari desanya.

“Saya datang saat diminta. Di situ sudah ada orang yang saya tidak kenal bersama sopir tersebut, Karena kasihan, saya ikut bersama sopir tersebut mengikuti orang yang tidak saya kenal itu,” jelasnya.

Rasa kasihan muncul lantaran si sopir mengaku tidak pegang duit. Munajar pun mengaku memberi uang saku ke sopir itu ketika sudah sampai di Cepu.

“Saya minta berhenti di Cepu karena masih dekat untuk pulang ke desa saya. Setelah itu saya pulang dalam keadaan tidak kurang satu apapun. Urusan berikutnya saya tidak tahu,” ujarnya.

Ia pun tidak jadi beli pupuk.

“Uang sudah saya kembalikan ke petani-petani yang titip ke saya untuk mencarikan pupuk,” ujarnya seraya menambahkan betapa susahnya mencari pupuk urea di pasaran.

Belakangan, truk pembawa pupuk itu diketahui menuju ke Semarang sebelum dibawa ke Polres Blora.

“Dari kronologi yang kami dapat, pupuk ini sempat dibawa ke Cepu dan Semarang sebelum dilimpahkan ke kami,” kata Kepala satuan reserse dan kriminal Polres Blora AKP Zaenul Arifin, Rabu, 22 April 2026.

Pupuk ini diserahkan anggota TNI yang bertugas di satgas intel Kodam IV/Diponegoro.

"Kami memerlukan pendalaman terlebih dulu, dan masih menunggu kelengkapan dari orang tersebut," kata AKP Zaenul Arifin.

Orang tersebut yang dimaksud adalah anggota TNI. Ia menyerahkan pupuk sejumlah 10 ton. Oleh polisi pupuk tersebut diletakan di area terbuka di belakang gedung reserse Polres Blora, ditutup terpal.

Kepala penerangan Kodam IV/Diponegoro Letkol (inf) Jon Saragi kepada wartawan media ini mengaku belum tahu kronologi kejadian ini. Sehingga ia belum bisa minta info yang lengkap dari pihak TNI yang bertugas di lapangan. Namun yang jelas pihaknya menyerahkan urusan pupuk ini ke aparat penegak hukum.

“Saat ini posisi pupuk sudah ditindaklanjuti oleh kepolisian Blora,” tulisnya dalam aplikasi perpesanan whatsapp dalam wawancara resmi media ini.

Ia pun belum menjawab apakah satgas intel yang bertugas ini dapat perintah komando untuk ikut mengawasi peredaran pupuk bersubsidi di masyarakat.

“Kalau bisa tahu kronologinya, sehingga dari pihak yang bertugas di lapangan juga bisa kami minta info lengkapnya,” tulisnya.