San Aspal berulah polisi bertindak

Foto: wartablora.com

San Aspal mengenakan kaos kuning saat ditanya-tanya Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama.

Selasa, 16 Februari 2021 19:00 WIB

BLORA (wartablora.com)—San Aspal, 60 tahun, warga Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora kembali berulah. Setelah sekian lama tak terdengar mengedarkan jenis narkoba sabu-sabu, pertengahan Februari ini tiba-tiba ia ditangkap polisi. Ia ditangkap setelah kedapatan hendak mengedarkan sabu-sabu. Ia ditangkap Satresnarkoba Polres Blora di Jalan Raya Blora – Randublatung, tepatnya di depan Minimarket Alfamart, Desa Kamolan, Kecamatan Blora,  Senin petang, 15 Februari 2021.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, terungkapnya ulah San Aspal yang hendak kembali mengedarkan sabu-sabu berkat laporan warga.

"Jadi 3 jam sebelumnya ada laporan dari warga bahwa akan terjadi transaksi narkoba di tempat kejadian perkara," kata Kapolres kepada wartawan saat gelar jumpa pers, Selasa siang, 16 Februari 2021.

Satnarkoba Polres Blora lalu menindak-lanjuti laporan tersebut. Kasat Resnarkoba AKP Hartono memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki laporan tersebut.

Setelah di pantau, jelang jam 6 petan melintas seseorang yang dicurigai menggunakan sepeda motor Vario warna hitam Nopol L 6131 Q berhenti di depan Alfamart Kamolan.

Melihat gerak geriknya yang mencurigakan itu, sejumlah petugas langsung menangkapnya. Waktu itu, merasa terancam, tersangka sempat berusaha melarikan diri. Namun dengan kesigapan petugas, akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

‘’Tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti satu paket butiran kristal yang diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik klip warna bening, dibungkus kertas tisu warna putih serta diisolasi warna bening selanjutnya dimasukkan ke dalam bungkus rokok LA Mild warna putih. Beratnya menyempat dengan berat sekitar 3,46 Gram,’’ jelas Kapolres Wiraga.

Barang bukti lainnya, diantaranya sebuah Handphone merk Samsung, satu unit Sepeda Motor Honda Vario warna hitam kombinasi warna merah dengan Nopol L 6131 Q.

San Aspal sebelumnya pernah masuk bui 2 kali dengan kasus yang sama. Bahkan kebebasan yang terakhir adalah karena pembebasan bersyarat dari Kemenkumham dan saat ini masih dalam pemantauan. ***