Selasa, 28 April 2026 18:00 WIB
BLORA (wartablora.com)—Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Alun-Alun Kota Blora tengah dipikirkan untuk ditata di 3 lokasi. Pemikiran ini muncul dalam rapat yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Blora bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Tiga lokasi tersebut antara lain: eks. Lapangan Kridosono, Pasar Sido Makmur, dan Pasar Pon. Belum muncul pemikiran untuk memanfaatkan eks. Pasar Induk Blora lantaran lahan tersebut tengah ditawarkan ke investor untuk didirikan hotel.
Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Kabupaten Blora, Yudi Kristiawan mengatakan rapat telah digelar pada pertengahan April 2026.
"Baru sekali rapat untuk penataan PKL di tempat kami. Tapi mungkin di Setda telah beberapa kali," katanya saat ditemui di ruangannya pada Selasa, 28 April 2026.
Pihak Pemkab Blora menyebutnya penataan, dan belum berani menyebutnya relokasi.
"Jadi yang kita bahas adalah penataan, bukan relokasi. Ada 3 tempat yang dijadikan pilihan, yakni Pasar Sido Makmur, Kridosono, dan Pasar Pon. Untuk eks. Pasar Induk kami juga mengundang BPPKAD yang menyebutkan tengah ditawarkan ke pihak ketiga," jelasnya.
Pihak ketiga yang dimaksud adalah investor di bidang perhotelan.
Rapat membahas penataan PKL tersebut diikuti Dinas Lingkungan Hidup; Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah; Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata; Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; serta Kecamatan Blora dan Kecamatan Cepu.
"Kita tidak hanya PKL di Alun-Alun Blora tapi juga Kridosono dan Taman 1000 Lampu. Leading sector ada DLH untuk Alun-Alun Kota Blora dan Taman 1000 Lampu, sementara Kridosono Dinporabudpar," imbuhnya.