Masuk level 2, MPP mulai dipadati warga

Foto: Gatot Aribowo

Warga yang mengurus perijinan di mal pelayanan publik, Kamis (16/9/2021).

Kamis, 16 September 2021 14:06 WIB

BLORA (wartablora.com)—Memasuki masa pelonggaran level 2 PPKM, layanan di mal pelayanan publik mulai dipadati warga. Sepanjang 7 hari kerja sejak Selasa (7/9/2021), terdapat 80 orang yang mengurus perijinan di gerai Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Blora yang ada di MPP. Sementara gerai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Blora terdapat 371 orang yang mengurus dokumen kependudukan sejak Selasa pekan lalu hingga Rabu pekan ini.

Purwanto, Kepala DPMPTSP Kabupaten Blora mengatakan, sejak dibukanya layanan di MPP yang efektif mulai 7 Juni 2021, gerai Disdukcapil yang paling padat melayani warga. Maklum, pengurusan dokumen kependudukan lebih banyak ketimbang urusan perijinan usaha. Selama 4 minggu sebelum diberlakukannya PPKM pada 3 Juli 2021, ada 1.243 warga yang mengurus dokumen kependudukan. Sementara yang mengurus perijinan di DPMPTSP hampir seperlimanya.

Sepanjang 7 Juni hingga Jumat, 2 Juli 2021, terdapat 251 kepengurusan perijinan di dinas kami," kata Purwanto, Kamis (16/9/2021).

Setelah PPKM diberlakukan pada 3 Juli, kepengurusan perijinan dan kepengurusan dokumen kependudukan mulai merosot. Demikian pula gerai-gerai layanan lain di MPP yang keseluruhannya ada 29 gerai termasuk Disdukcapil dan DPMPTSP.

"Di masa PPKM level 3 yang berakhir pada 6 September 2021, kami membatasi maksimal kunjungan sejumlah 50 warga. Selebihnya kepengurusan bisa dilakukan secara online, seperti mengurus dokumen kependudukan, warga tidak perlu datang ke gerai," kata Purwanto.

Dari Senin, 5 Juli hingga Senin, 6 September, layanan dokumen kependudukan di gerai Disdukcapil mencapai 2.072 kunjungan. Sementara pada periode yang sama, kunjungan ke gerai DPMPTSP mencapai 523 orang.

"Sedangkan Samsat menutup layanannya di MPP di masa PPKM level 3," sambungnya seraya menambahkan jika layanan di gerai Samsat termasuk 3 besar gerai yang dipadati warga.

Gerai layanan berikutnya yang diminati warga selama adanya MPP adalah: Kantor Pos, BRI, dan Bank Jateng. Sementara gerai lainnya rata-rata, hanya gerai kepengurusan paspor dan kepengurusan ijin di DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah yang nyaris tidak ada kunjungan warga.

"Kalau paspor, tak sedikit yang meminta informasi terkait kepengurusannya. Tapi belum ada yang mengurus. Kalau ada, kami diminta untuk mengumpulkan secara kolektif dulu beserta syarat-syarat yang dilengkapi, baru petugas datang ke gerai untuk mengerjakannya," imbuhnya. ***