Jumat, 22 Mei 2026 18:50 WIB
BLORA (wartablora.com)—Tahukah kita jika lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki 3 stanza? Hampir bisa dipastikan banyak yang tidak tahu adanya 3 stanza lagu kebangsaan negeri. Tiga stanza inilah yang dinyanyikan dalam rangkaian pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Blora di GOR Mustika Kota Blora pada Jumat, 22 Mei 2026. Ratusan kader PDIP di Kabupaten Blora menyanyikan dengan gegap gempita. Lirik-lirik dari stanza satu hingga stanza tiga disajikan di layar videotron panggung kehormatan.
Lagu kebangsaan yang dalam upacara-upacara dinyanyikan adalah stanza pertama yang menyiratkan rasa kebangsaan dan persatuan. Keputusan ini diambil dengan PP No. 44 Tahun 1958. Belakangan diperkuat dengan UU No. 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam praktik kenegaraan dan lampiran resmi UU tersebut, penggunaan yang lazim dan diwajibkan dalam upacara kenegaraan adalah stanza pertama.
Tak heran jika yang lebih umum dikenal adalah stanza pertama yang liriknya ada di luar kepala orang Indonesia.
Lantas bagaimana dengan stanza kedua dan ketiga? Secara PP No. 44 Tahun 1958, stanza 2 dan 3 yang dibuat penciptanya, W.R. Soepratman tidak hilang. Dalam ayat ketiga pasal kedua peraturan pemerintah tersebut disebutkan lagu boleh dinyanyikan lengkap tiga bait, tetapi itu merupakan bentuk penuh/khusus, bukan format standar upacara resmi kenegaraan. Sehingga PDIP saat menyanyikan lagu kebangsaan dalam acara resminya tidak dibatasi.
Dari sejarahnya, pada momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, pencipta lagu telah mengenalkam 3 stanza. Stanza 2 berlirik cita-cita kemajuan dan kemuliaan bangsa, sedangkan stanza 3 memuat lirik doa dan pengabdian kepada Indonesia.
Berikut lirik lengkap lagu kebangsaan Indonesia Raya 3 stanza:
Stanza I
Indonesia tanah airku
Tanah tumpah darahku
Di sanalah aku berdiri
Jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku
Bangsa dan tanah airku
Marilah kita berseru
Indonesia bersatu
Hiduplah tanahku
Hiduplah negeriku
Bangsaku, rakyatku, semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya
Refrain (pengulangan):
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Stanza II
Indonesia, tanah yang mulia
Tanah kita yang kaya
Di sanalah aku berdiri
Untuk s’lama-lamanya
Indonesia, tanah pusaka
Pusaka kita semuanya
Marilah kita mendoa
Indonesia bahagia
Suburlah tanahnya
Suburlah jiwanya
Bangsanya, rakyatnya, semuanya
Sadarlah hatinya
Sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya
Refrain (pengulangan):
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya
Stanza III
Indonesia, tanah yang suci
Tanah kita yang sakti
Di sanalah aku berdiri
M’jaga ibu sejati
Indonesia, tanah berseri
Tanah yang aku sayangi
Marilah kita berjanji
Indonesia abadi
S’lamatlah rakyatnya
S’lamatlah putranya
Pulaunya, lautnya, semuanya
Majulah negerinya
Majulah pandunya
Untuk Indonesia Raya
Refrain (pengulangan):
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Tanahku, negeriku yang kucinta
Indonesia Raya
Merdeka, merdeka
Hiduplah Indonesia Raya