Gas Deso Bumi Blora, tasyakuran HUT RI gaya baru

Foto: Gatot Aribowo

Bupati Blora Arief Rohman bersama Ketua DPRD Blora H.M. Dasum tampak di depan dalam acara Gas Deso Bumi Blora, Rabu, 16 Agustus 2023.

Rabu, 16 Agustus 2023 19:00 WIB

BLORA (wartablora.com)—Ada yang berbeda dalam tasyakuran peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Blora tahun 2023 ini. Bila tahun-tahun sebelumnya tasyakuran digelar terbatas pada malam jelang 17 Agustus di pendapa rumah dinas Bupati Blora, tahun 2023 ini tasyakuran digelar secara terbuka di jalan raya pada sore hari, 16 Agustus 2023. Tasyakuran ini diberi nama Gas Deso Bumi Blora, digelar di sepanjang Jalan Pemuda Blora, dari perempatan Kantor Pos Blora hingga bunderan Tugu Pancasila Blora. Melibatkan sejumlah 369 instansi peserta, mulai dari institusi Pemerintahan Kabupaten, pemerintahan desa, BUMD/BUMN, perbankan, dan koperasi-koperasi, Gas Deso Bumi Blora dipersiapkan hanya dalam waktu 2 minggu.

"Jadi ini tasyakuran jelang HUT RI, yang sebelumnya kita langsungkan secara terbatas di pendapa rumah dinas. Mulai tahun ini kita gelar secara terbuka melibatkan masyarakat luas," kata Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya.

Awalnya tasyakuran ini akan diberi nama Gas Deso Kabupaten Blora. Namun karena terkesan formal, nama pun berubah menjadi Gas Deso Bumi Blora. Munculnya tasyakuran dalam bentuk gas deso merupakan wacana awal untuk mencatatkan warisan budaya dari Kabupaten Blora berupa tradisi gas deso. Sebelumnya warisan budaya yang telah dicatatkan adalah Samin dan Barongan.

Mengundang Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Gas Deso Bumi Blora mencatat 964 tampah berisi 9.640 nasi berkat, dengan melibatkan 5.731 orang peserta berpakaian adat Samin. Mulanya, Gas Deso Bumi Blora akan menggunakan nasi tumpengan. Namun rekor ini sudah dipegang Kabupaten Purwakarta yang mencatatkan ratusan ribu nasi tumpeng, sehingga Kabupaten Blora memilih nasi berkat bungkus daun jati yang merupakan ciri khas dari daerah ini.

Ribuan masyarakat Blora tumpah ruah di sepanjang jalan tersebut untuk ikut dalam tasyakuran ini. Mereka ikut berebut nasi bungkus daun jati sebagai puncak acara yang berakhir jelang jam 5 sore.

Dengan mencatatkan acara Gas Deso Bumi Blora di MURI dengan sajian bungkusan nasi terbanyak dan peserta berbaju adat terbanyak, catatan rekor yang dibuat Kabupaten Blora di museum yang didirikan Jaya Suprana ini bertambah menjadi 8 catatan. Tujuh catatan sebelumnya antara lain:

  1. Makan sate ayam dengan peserta terbanyak, 13 Desember 2007
  2. Berpantun dalam bahasa Jawa (parikan), 23 Juni 2008
  3. Penanaman pohon secara massal terbanyak, 4 Desember 2008
  4. Ibadah haji keikhlasan bagi pegawai yang dibiayai karyawan/karyawati di lingkup Setda Kabupaten Blora terbanyak, 21 Januari 2009
  5. Buku Ensiklopedia Kabupaten Blora terbanyak, 17 Agustus 2011
  6. Pijat dengan peserta terbanyak, 11 Desember 2011
  7. Minum teh rambut jagung dengan peserta 835, 18 Desember 2015