Kamis, 23 April 2026 19:16 WIB
BLORA (wartablora.com)—Segelintir orang yang menyebut dirinya Masyarakat Pengawas Keuangan Negara (MPKN) menggelar demo di DPRD Kabupaten Blora, Kamis, 23 April 2026. Awalnya mereka protes keras penggunaan uang pajak yang dipakai kunjungan kerja ugal-ugalan. Protes keras disampaikan di luar gedung dengan pengeras suara, dengan menyebut jenis pajak satu per satu yang ditanggung rakyat tapi digunakan untuk kunker yang menguntungkan anggota DPRD. Namun ketika pentolannya berjumlah 2 orang masuk ke ruang pimpinan DPRD Blora, protes berubah arah jadi pemberi masukan.
Dengan hanya massa segelintir, Seno Margo Utomo, pentolan utama dalam demo tersebut memamerkan protes sebelumnya soal kunker yang diklaim mampu mengembalikan uang miliaran rupiah ke kas negara yang pernah dipakai kunker anggota DPRD Blora. Pameran tersebut ia suarakan saat orasi di depan kejaksaan. Setelah dari kejaksaan, ia diiringi segelintir massa pendemo geser ke kantor sebelah, DPRD Kabupaten Blora. Di sana ia disambut ratusan polisi yang jumlahnya timpang dengan massa pendemo.
Mereka dihadang bentangan spanduk yang dipegang polwan menyambut aksi demo tersebut, bertuliskan huruf kapital dengan ukuran besar: selamat datang para peserta aksi. Seno pun hanya berorasi sebentar sebelum mengajak salah satu orangnya masuk ke kawasan kantor DPRD Blora menuju ruangan Ketua DPRD Blora.
Di sana mereka berdua ditemui 3 pimpinan DPRD Blora, antara lain Ketua DPRD Blora Mustopa, dan 2 wakilnya: Lenova Chandra Tirtaka dan Siswanto.
"Mereka tadi memberikan masukan kepada kita agar jadwal kunker lebih dirinci," kata Siswanto usai jumpa pers singkat dengan wartawan usai Seno keluar.
Pertanyaan Gatot Aribowo dari wartablora.com tentang rincian kunker menghabiskan anggaran berapa dalam setahun serta berapa pendapatan anggota setiap kunker pun tak terjawab.
Sebelumnya wacana pendapatan anggota dewan bisa digali dari jadi narasumber ketimbang kunker sempat beredar. Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi PKB, Mochamad Muchklisin saat berbincang dengan wartablora.com lebih memilih jadi narasumber ketimbang kunker. Alasannya lebih mendidik dan mendekatkan konstituen. Namun ia mengaku jika kapasitas SDM anggota DPRD Blora banyak yang pas-pasan.