Cak Nun: Jaga Kedaulatan Blora!

Foto: wartablora.com

Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama mengawali Ngaji Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng, Jumat malam (29/10/2016).

Sabtu, 29 Oktober 2016 02:17 WIB

BLORA (wartablora.com)—MH Ainun Nadjib, atau biasa disapa Cak Nun, menyerukan warga Blora untuk menjaga kedaulatannya. Kedaulatan tersebut meliputi kedaulatan martabat warga Blora dan harta bendanya. Seruan Cak Nun ini digemakan dari depan Makodim 0721/Blora saat menggelar Ngaji Bareng Cak Nun dan KiaiKanjeng di Blora, Jumat malam (29/10/2016).

"Harta benda ini termasuk kekayaan alam dari Blora," demikian seruan suami Novia Kolopaking ini.

Pengajian Cak Nun dan KiaiKanjeng ke Blora ini kali kedua setelah acara yang sama pernah dilangsungkan di tahun 2000. Tak hanya umat Islam dari Kabupaten Blora, pengajian tersebut juga dihadiri umat Islam dari luar Blora yang biasa dikenal dengan Jamaah Maiyah. Mereka ada yang dari Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.

"Inilah sesungguhnya sumpah pemuda di saat sekarang ini. Kita sudah selesai dengan bertanah air satu, berbahasa satu, dan berbangsa satu. Sumpah bertanah air, berbahasa dan berbangsa satu ini cocok untuk sebelum kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, yang perlu disumpahkan adalah menjaga kedaulatannya," papar Cak Nun di hadapan umat.

Kedaulatan ini, lanjut Cak Nun, saat ini tengah terancam.

"Kekayaan tanah air dicek lagi, siapa yang memiliki. Ini termasuk tambang, dan sumber daya-sumber daya alam yang lain," kata Cak Nun.

Kehilangan Kepercayaan Diri

Dalam pengajiannya di Blora ini Cak Nun juga menyinggung Blora yang kehilangan kepercayaan diri.

"Tadi saat di dalam (jamuan makan di Makodim), saya ditanya, apa Blora itu penting? Dalam peta nasional, dan peta keagamaan yang di Blora ini bukan tempatnya para wali, apakah Blora itu posisinya penting," sebut Cak Nun saat mengawali pengajiannya.

"Ini tampaknya Blora kehilangan kepercayaan diri. Saya sarankan, lacak sejarahnya. Wali itu tak hanya yang kalian kenal. Ayo dilacak sejarahnya Blora," ajak Cak Nun.

Pengajian Cak Nun ini digelar dalam tema HUT TNI, Sumpah Pemuda, dan Hari Santri. Seperti biasa, pengajian Cak Nun ini juga diisi dengan iringan-iringan musik dari KiaiKanjeng. Lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama-sama saat mengawali pengajian. Bergema jamaah yang hadir menyanyikan lagu kebangsaan ini dengan berdiri, dilanjutkan dengan bacaan doa, dan menyanyikan lagu Syukur. Tak ketinggalan dalam memeriahkan pengajian ini hadroh dari Batalyon Infanteri 410/Alugoro. (*)