Sabtu, 22 Agustus 2026 19:59 WIB
BLORA (wartablora.com)—Lomba layangan 3 dimensi memeriahkan perayaan bulan kemerdekaan di Blora tahun 2026 ini. Lomba layangan yang digelar Pemerintah Kabupaten Blora ini dilangsungkan di area persawahan jalan baru, Kelurahan Mlangsen, Sabtu, 22 Agustus 2026. Diikuti 29 tim dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Blora, lomba ini mampu menyedot ribuan penonton. Bupati Blora Arief Rohman berharap, lomba layangan dapat menjadi media memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki kabupaten berpenduduk lebih 900 ribu jiwa ini.
"Layangan tidak hanya menjadi permainan atau hiburan, tetapi juga menjadi media promosi budaya dan potensi daerah. Saya berharap setelah ini semakin banyak kegiatan kreatif masyarakat yang muncul dari desa, kelurahan, kecamatan, komunitas, maupun generasi muda. Saya yakin, Blora punya banyak orang kreatif, banyak potensi, dan banyak cerita yang belum semuanya kita tampilkan," katanya saat membuka lomba tersebut.

Menurutnya tema kearifan lokal dalam lomba ini sangat bagus. Layangan yang dibuat tentu bukan sekadar indah dan menarik namun bisa menjadi media untuk memperkenalkan budaya, kesenian, tradisi, cerita rakyat, kuliner, maupun berbagai potensi yang ada di Kabupaten Blora.
Setidaknya 29 motif layang-layang hias terbang menghiasi langit Blora. layangan tiga dimensi (3D) dengan bervariatif bentuk, motif dokar, gerobak sate, penjualan pecel, becak listrik, barongan, burung garuda, blandong kayu jati, dan sejumlah motif lain ikut memeriahkan gelaran rutin ini.
Sebelumnya ada 31 pendaftar dari 16 kecamatan yang tercatat panitia. Namun setelah didaftar ulang, hanya 29 peserta yang hadir di lomba. Masing-masing kecamatan mengirim sedikitnya 2 layangan.
Bupati pun lantas memberi apresiasi kepada seluruh panitia, komunitas layang-layang, serta masyarakat atas terselenggaranya kegiatan kreatif dan meriah ini.
"Saya juga mengapresiasi peserta lomba layangan hias yang diikuti oleh 29 tim yang mewakili kecamatan se-Kabupaten Blora. Artinya, kegiatan ini bukan hanya milik satu kelompok atau satu wilayah, tetapi sudah menjadi ruang bersama bagi masyarakat Blora untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya daerah," ucapnya.

Dalam lomba ini, juara pertama diraih dari Kecamatan jati dengan layangan hias bertemakan blandong jati.
"Dari teman teman jati ini tadi membuat layangan bentuk Blandong jati dimana dengan ini memiliki Filosofi jati yang mencerminkan keteguhan hati, kekuatan prinsip hidup, dan kemampuan beradaptasi di tengah kesulitan. Sebagai "raja kayu", nilai-nilai dari pohon jati sarat akan makna tentang karakter manusia dan perjalanan hidup," kata Edy Wibowo, Camat Jati.
Sementara itu juara dua dan ketiga diraih Kecamatan Blora dengan tema sego pecel dan tema loco Tour. Sedangkan untuk juara favorit diraih Kecamatan Banjarejo dengan layangan hias 3D kereta kencana.