Bupati Blora soal UNY: akan terbuka ke publik

Foto: Gatot Aribowo

Bupati Blora Arief Rohman menerima telepon di sela wawancara di rumah dinasnya.

Sabtu, 07 Juni 2025 10:48 WIB

BLORA (wartablora.com)—Bupati Blora Arief Rohmah ingin melibatkan publik Blora dalam memutuskan untuk menerima tawaran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang ingin mendirikan kampusnya di Kabupaten Blora. Pelibatan ini penting agar proses pendirian dan pembangunan kampus berlangsung secara transparan. Selain itu publik Blora dapat memberikan usulan fakultas atau program studi apa yang kira-kira dapat dipakai untuk memajukan pembangunan di Kabupaten Blora.

"Dalam waktu dekat kami, pemerintah dan DPRD akan mengundang pihak universitas agar memberikan paparan secara terbuka kepada masyarakat Blora," katanya saat ditemui wartawan media ini pada Jumat, 6 Juni 2025.

Sebelumnya Arief dengan tegas akan menerima kampus tersebut masuk Blora kendati sempat muncul penolakan dari beberapa pihak.

"Sampai sekarang sudah tidak ada lagi protes-protes ke WA saya," ujarnya.

Meski demikan Arief tidak akan dengan arogan menerima masuknya UNY tanpa melalui proses yang transparan dan terbuka ke publik.

"Saya juga sudah mengajak DPRD untuk mengundang pihak kampus. Nanti kita jadwalkan," sebutnya.

Mengundang pihak kampus untuk presentasi terbuka bagi Arief sekalian untuk memastikan detail dari rencana membuka perkuliahan di Kabupaten Blora.

"Saya juga tidak tahu detail fakultas atau program studi jurusan apa (yang nantinya diadakan perkuliahan). Apakah ada juga fakultas pertaniannya? Nanti masyarakat bisa mengusulkan," tandasnya.

Kabar awal yang ia terima adalah akan adanya fakultas atau jurusan ilmu olahraga (sport science). Akan juga dibangun stadion di dalamnya sebagai sarana dan fasilitas perkuliahan. Sedangkan lokasi yang terakhir menjadi ketertarikan adalah di Kota Cepu.

"Saat (orang UNY) turun ke lokasi Blora dan Cepu, lebih tertarik ke Cepu. Ada pertimbangan akses transportasi dan lebih dekat ke Jawa Timur," jelasnya.

Disebutkan jika kampus tersebut akan memerlukan lahan seluas kurang lebihnya 5 hektar.

"Sudah ada kawasannya," pungkasnya.