Bunuh orang, warga Nglandeyan Kedungtuban terancam 20 tahun penjara

Foto: Gatot Aribowo

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang menunjukkan barang bukti arit yang dipakai pelaku membunuh korban.

Senin, 29 April 2019 13:10 WIB

BLORA (wartablora.com)—Seorang warga dukuh Banyuurip, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedugtuban terancam hukuman penjara 20 tahun setelah terungkap melakukan pembunuhan terhadap tetangganya. Bukan tidak ada alasan, Sukri (32 tahun), warga tersebut membunuh tetangganya, Jasmin (37 tahun). Namun apapun alasannya, hingga melakukan pembunuhan tidak dapat dibenarkan.

"Pelaku tega membunuh korban lantaran sakit hati mendam rasa dendam karena sering diejek dan kehidupan rumah tangganya diganggu sampai berpisah dengan istrinya," ungkap Kapolres Blora AKBP Antonius Anang membeberkan alasan Sukri membunuh Jasmin.

Kepolisian resor Blora merilis perkara pembunuhan ini, Senin, 29 April 2019. Pembunuhan yang dilakukan Sukri ini terjadi pada Rabu, 17 April 2019.

"Pelaku masuk melalui pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci, kemudian melakukan pembacokan sebanyak dua kali menggunakan sabit ke leher korban yang saat itu sedang tidur di kamarnya," kata Kapolres menjelaskan kronologi kejadian.

Setelah melakukan pembunuhan, Sukri lantas menghilangkan barang bukti berupa sabit dan kaos yang terkena bercak darah dengan cara ditimbun di dalam tanah. Pelaku kemudian berpura-pura seolah-olah tidak melakukan perbuatan keji tersebut.

"Dari hasil penylidikan kami akhirnya mengarah kepada pelaku," ujar Kapolres.

Tarsih (29 tahun), istri korban, esok harinya saat subuh kaget mendapati suaminya yang telah hilang nyawanya, tergeletak di pintu kamarnya. Subuh itu pula, warga sekitar berduyun-duyun datang ke rumah korban untuk mengurus jenasah, sebagian melapor ke kepolisian.

“Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan, tersangka membacok korban sebanyak 2 kali sampai meninggal dunia. Atas perbuatan tersebut, pelaku dikenakan pasal berlapis yakni, Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara sampai seumur hidup,” kata Kapolres Blora. (*)