Kamis, 30 April 2026 21:00 WIB
BLORA (wartablora.com)—Puluhan korban Snapboost di Kabupaten Blora berkeluh kesah ke anggota DPRD Kabupaten Blora. Mereka mendatangi gedung wakil rakyat itu pada Kamis, 30 April 2026. Diterima Siswanto sebagai unsur pimpinan DPRD Blora, puluhan korban ini mengaku jadi klien dari seorang guru SMA bernama Diana. Sementara Diana sendiri dari pengakuan pengacaranya, Sugiarto juga melaporkan sebagai korban ke polisi.
"Silakan ke pengacara saya ya, Mas," tulis Diana dalam pesannya di aplikasi whatsapp saat hendak diwawancara Gatot Aribowo dari wartablora.com.
Sugiarto mengaku telah mendampingi kliennya untuk membuat pelaporan ke polisi ihwal kliennya juga jadi korban oleh pihak yang merekrutnya.
"Orang Bekasi, ketemunya di grup WA pengusaha pupuk," sebutnya.
Diceritakan grup WA pengusaha tersebut pernah bikin sosialisasi usaha di Blora. Di situ klien Sugiarto bertemu dengan orang Bekasi tersebut.
"Sekitar September 2025. Lalu beberapa bulan kemudian klien saya dapat telepon dari orang Bekasi tersebut yang meawarkan investasi Snapboost itu," katanya.
Sayangnya berapa uang yang diinvestasikan oleh kliennya, Sugiarto enggan menjawabnya.
"Sudah kami laporkan dan jelaskan ke kepolisian," katanya.
Kepala satuan reserse dan kriminal Polres Blora, AKP Zaenul Arifin mengatakan masih mendalami kasus penipuan investasi tersebut. Pihaknya telah memeriksa saksi-saksi yang menjadi korban pelapor.
"Bu Diana sendiri juga sebagai korban telah membuat laporan kepolisian. Kami sudah memintai keterangan," katanya.
Pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan terhadap orang Bekasi yang dilaporkan Diana.
"Tapi kami sudah koordinasi dengan satgas PASTI," sebutnya.
Satgas PASTI adalah satuan tugas yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pihak yang memiliki wewenang terhadap regulasi sektor keuangan. Akronim dari Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal. Tugas menghentikan pinjol dan investasi ilegal yang ada di Indonesia. Satgas ini berkoordinasi dengan salah satunya adalah kepolisian.
Siswanto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora yang menerima korban Snapboost di ruang lobi gedung DPRD Blora mengingatkan pentingnya literasi keuangan bagi setiap warga sebelum mengeluarkan uangnya untuk berinvestasi.
"Literasi keuangan ini penting biar tidak mudah tergiur dengan iming.iming investasi," katanya.