Perubahan APBD 2021

Belanja bertambah Rp62,14 miliar, pendapatan bertambah Rp13,341 miliar

Foto: Gatot Aribowo

Rapat paripurna yang digelar Jumat (17/9/2021). Dari kiri ke kanan menghadap kamera: Wakil Bupati Blora, Bupati Blora, dan Ketua DPRD Blora. Duduk di belakang mereka, unsur pimpinan DPRD Blora yang terdiri 3 wakil ketua. Membelakangi kamera: anggota-anggota DPRD Blora.

Senin, 20 September 2021 09:55 WIB

BLORA (wartablora.com)—DPRD Kabupaten Blora bersama Bupati Blora Arief Rohman menyepakati adanya tambahan belanja Rp62,14 miliar lebih dalam perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2021. Perubahan belanja di APBD ini disepakati dalam rapat paripurna yang digelar di pendapa DPRD Kabupaten Blora di Jalan Ahmad Yani, Blora, Jumat (17/9/2021).

Paripurna ini menandatangani kesepakatan perubahan KUA/PPAS, akronim dari kebijakan umum anggaran dan perubahan prioritas plafon anggaran sementara. Ini merupakan mekanisme lanjutan setelah diawali usulan perubahan oleh pemerintahan Arief Rohman yang mengajukan dokumen usulan pada 6 Agustus 2021. Dalam waktu 32 hari kerja, usulan ini dibahas dalam beberapa kali rapat antara Badan Anggaran DPRD Blora (Banggar), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan dinas-dinas Organisasi Perangkat Daerah (OPD); termasuk rapat terakhir sebelum digelarnya paripurna pada sore hari, Jumat (17/9/2021).

Santoso Budi Susetyo, juru bicara Banggar DPRD Blora dalam paripurna tersebut mengatakan, sejumlah Rp62,14 miliar lebih lebih tambahan anggaran di perubahan tahun berjalan ini didapat dari sisa lebih anggaran tahun sebelumnya, ditambah kegiataan yang direncanakan dalam tahun berjalan namun belum terserap.

"Rinciannya saya tidak hafal. Namun yang pasti tambahan tersebut berasal dari Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) ditambah kegiatan-kegiatan di APBD reguler (disahkan pada November 2020) yang belum terserap lantaran ada regulasi atau belum dilaksanakan. Lalu dialihkan ke perubahan," katanya, Senin (20/9/2021).

Belanja daerah Kabupaten Blora dalam perubahan APBD 2021 ini akan tercatat lebih dari Rp2.260.258.000.000. Sementara sebelumnya tercatat Rp2.198.118.000.000 lebih. Terdapat tambahan belanja Rp62,14 miliar lebih. Belanja di perubahan ini akan dibiayai dari pendapatan Rp2.148.053.000.000 lebih, dari sebelumnya pendapatan tahun 2021 ini tercatat 2.134.712.000.000. Terdapat tambahan yang selisih jauh dari tambahan belanja, yakni Rp13,341 miliar.

Dari perubahan-perubahan tersebut, Kabupaten Blora mengalami defisit anggaran sejumlah Rp112,205 miliar lebih, dari defisit sebelumnya yang tercatat Rp63,406 miliar lebih.