Selasa, 24 Februari 2026 20:22 WIB

BLORA (wartablora.com)—Bupati Blora Arief Rohman menyatakan akan menjamin gerakan Jawa Tengah aman, sehat, rapi, dan indah hingga sampai ke masyarakat bawah di RT-RT di Kabupaten Blora. Bahkan ia menyakinkan jika gerakan tersebut di Kabupaten Blora akan dilakukan anak-anak di pondok-pondok pesantren yang ada di Kabupaten Blora. Pernyataan ini disampaikan Bupati Arief Rohman di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mencanangkan gerakan Jawa Tengah ASRI (aman, sehat, rapi, dan indah) secara daring, Selasa, 24 Februari 2026. Pencanangan gerakan bertepatan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, yang dipusatkan di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Pencanangan melibatkan lebih dari 1.000 peserta dan dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Blora.
Bupati Arief Rohman bersama wakilnya, Sri Setyorini dan jajaran Forkopimda serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Blora mengikuti pencanangan secara daring di Komplek Kuliner Koplakan.
Kepada Gubernur Jawa Tengah, Bupati Arief Rohman menyampaikan bahwa Kabupaten Blora telah lebih dahulu mencanangkan gerakan Blora ASRI sebagai bentuk dukungan terhadap program provinsi.
“Kebetulan kami pasangan ASRI juga, Arief Rohman–Sri Setyorini. Gerakan ASRI ini sudah kami perintahkan sampai tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW, termasuk di pondok pesantren serta seluruh unit sekolah negeri,” ujarnya saat dialog virtual.

Ia menambahkan, sebelumnya telah dilaksanakan apel bersama TNI-Polri dan seluruh OPD untuk memperkuat komitmen kebersihan lingkungan. Setiap Jumat pagi dan Selasa, seluruh OPD memiliki tugas masing-masing di titik yang telah dibagi, mulai dari sepanjang jalan Kota Blora hingga Cepu.
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional diawali dengan Apel bersama di Alun-alun Blora kemudian dilanjutkan bersih-bersih sepanjang Jalan Mr. Iskandar, yakni dari kawasan Alun-alun Blora hingga Kaliwangan, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat.
Selain gerakan bersih-bersih, Pemkab Blora juga menggandeng sektor swasta dalam pengelolaan sampah melalui kerja sama dengan PT Semen Gresik. Sampah yang terkumpul dari wilayah Blora dan Cepu akan disetorkan ke fasilitas pengolahan di Rembang sebagai bagian dari upaya pengurangan timbunan sampah.
"Kita juga sudah MoU dengan Semen Gresik, karena belum teranggarkan kita menggandeng pihak swasta sebagai mitra, untuk wilayah blora dan cepu dikumpulkan dan disetorkan ke semen rembang," jelasnya.
Melalui partisipasi aktif dalam pencanangan Gerakan Jawa Tengah ASRI, Pemkab Blora menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi dalam arahannya menyampaikan, volume sampah di Jawa Tengah mencapai hampir 6,36 juta ton/tahun, namun baru sekitar 60 persen yang dapat diproses secara optimal. Ia menegaskan bahwa target nasional menuju zero waste pada 2029 harus didukung gerakan nyata di seluruh daerah.