Wahyu Agustin ditahan

Foto: wartablora.com

Ketut Sumedana, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng

Selasa, 15 Oktober 2019 18:30 WIB

BLORA (wartablora.com)—Tersangka kasus korupsi dana program inseminasi buatan, Wahyu Agustin ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Jawa Tengah, Selasa (15/9/2019). Wahyu ditahan setelah menjalani pemeriksaan hingga 5 jam, sejak Selasa pagi. Wahyu datang ke Kejati jawa Tengah memenuhi panggilan pemeriksaan setelah ditetapkan tersangka sejak Selasa, 24 September 2019.

"Pertimbangan kebutuhan penyidik, tersangka harus ditahan," ungkap Ketut Sumedana, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng kepada wartawan.

Diungkapkannya, pihak keluarga Wahyu pada saat bersamaan juga telah melayangkan surat permohonan untuk tidak ditahan.

"Dari temen-temen dan keluarganya mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan," sebutnya.

Disebutkan Ketut, pemeriksaan Wahyu ini sudah yang kedua kalinya. Pemeriksaan sebelumnya dilakukan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah saat Wahyu masih berstatus sebagai saksi. "Dan ini pemeriksaan pertama setelah statusnya tersangka, dan langsung kita tahan," katanya seraya menyebut jika sedikitnya ada 30 pertanyaan yang diajukan ke tersangka.

Pemeriksaan Wahyu ini terkait adanya dugaan pungutan dana operasional di program yang dikerjakan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora tahun 2017. Saat itu Wahyu menjabat kepala dinasnya sebelum di-staf ahli-kan Bupati Djoko Nugroho.

Program yang dikerjakan dinasnya Wahyu saat itu adalah inseminasi buatan yang jumlah anggaran dari kementeriannya mencapai Rp2 miliar. Dengan pungutan ini, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp670 juta.

"Peran dia bersama-sama Sekretaris Dinas. UPT-UPT dikumpulkan di ruang-ruang dinas, di sanalah mereka membicarakan agar uangnya itu disisihkan untuk kepentingan di luar operasional program," jelas Ketut.

Sekretaris dinas dimaksud adalah Karsimin yang juga telah ditetapkan tersangka di awal pekan kedua bulan Oktober 2019. Ketut menyatakan dalam minggu ini penyidik Kejati Jawa Tengah akan ke Blora untuk melakukan pemeriksaan terhadap Karsimin.

Hasil pungutan tersebut diungkapkan Ketut dipakai untuk jalan-jalan. "Jadi ada yang dipakai untuk jalan-jalan, ada yang dinikmati secara pribadi, ada juga yang dibagi-bagi."

Pembagian ini diduga mengalir ke pejabat-pejabat yang lain, termasuk pejabat di atasnya.

"Kita akan dalami, apakah ada pihak-pihak lain yang terlibat, apakah ada pejabat-pejabat di atasnya yang terlibat, akan kita dalami lagi," ujarnya. (*)