BERITA Hukum & Kriminal

4 Dalang Pembakar Mobil Perhutani Ditangkap

Kapolres: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi

Selasa Pon - 21 Agustus 2018 | 14:08 bbwi
Foto: Ixzan

Jajaran kepolisian di Polres Blora merilis keberhasilan mereka menangkap dalang kerusuhan yang menimpa polisi hutan, Selasa (21/8/2018).

BLORA (wartablora.com)—Empat orang yang diduga menjadi provokator pembakaran kendaraan dinas milik Perhutani ditangkap, salah satunya perangkat Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo. Empat orang ini ditangkap setelah polisi melakukan pendekatan ke masyarakat Dukuh Kenongo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora.

"Empat pelaku provokator tindakan anarkis sudah ditangkap, dan ditahan di Mapolres Blora. Sementara masih proses penyidikan untuk dimintai keterangaan guna mengetahui lebih rinci, siapa para pelaku itu dan motifnya," terang Kapolres Blora AKBP Saptono saat menggelar jumpa pers di Mapolres Blora, Selasa, 21 Agustus 2018.

Tindakan anarkis dilakukan puluhan warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, pada Rabu, 15 Agustus lalu. Puluhan orang ini terprovokasi oleh pelaku pencurian kayu hutan petak 90 Bagian Kesatuan Pemanagkuan Hutan (BKPH) Kalisari, KPH Blora. Belakangan, pelaku pencurian ini tidak terima saat dipergoki polisi hutan.

"Jadi dari keterangan 4 orang provokator yang kita tangkap ini, kejadian ini bermula saat salah seorang dari mereka yang kita tangkap ini sebelumnya melakukan pencurian kayu," jelas Kapolres.

Dipergoki petugas, pelaku pencurian tunggang langgang, meninggalkan motor dan kayu jati hasil curian. Merasa tak terima motor dan kayunya disita polisi hutan, pelaku pencurian ini memprovokasi teman-temannya.

"Diketahui pula, salah seorang pelaku provokasi yang ternyata perangkat desa di desa tersebut, yang menyediakan bensin untuk membakar mobil dinas milik polisi hutan," ungkap Kapolres.

Dari kejadian tersebut, mobil Perhutani rusak parah, sementara 4 polisi hutan berhasil menyelamatkan diri dari amuk massa. dan hanya luka ringan akibat terkena lemparan batu.

"Tindakan anarkis dari warga ini sebenarnya spontan, tidak ada yang direncanakan. Hanya memang provokatornya mampu mempengaruhi warga untuk bertindak anarkis," kata Kapolres.

Atas mudahnya warga terprovokasi ini, Kapolres meminta warga masyarakat untuk tidak mudah terpancing berbuat anarkis.

"Kami berharap masyarakat untuk tidak mudah terpancing provokasi sehingga akibatnya berbuat anarkis. Karena dapat dikenakan sanksi pidana," tandasnya.

Sebelum menangkap 4 dalang kerusuhan tersebut, polisi dikatakan Kapolres, menggunakan prinsip kehati-hatian menangani kasus tersebut lantaran berhadapan dengan massa warga.

“Kami terapkan metode pendekatan, kita kumpulkan barang bukti, olah TKP di lokasi tersebut serta keterangan dari korban dan saksi, baru kita bertindak,” pungkasnya. (*)


KOTAK KOMENTAR

Hukum & Kriminal Lainnya 

on wartablora.com 

News / Wacana

Butuh Rp30 Miliar Untuk Hidupkan Gubug Payung

Rabu Pon - 10 Oktober 2018 - 17:52
Ekonomi & Bisnis / Info Bisnis
Dari Undian Tabungan Bima Bank Jateng

Warga Kedungjenar Blora Dapat Xpander

Rabu Pon - 10 Oktober 2018 - 16:43
Budaya / Even
International Gamelan Festival (IGF) Solo 2018

Kemendikbud Ajak Peserta Anjangsana ke Blora

Rabu Pahing - 15 Agustus 2018 - 16:18