BERITA Hukum & Kriminal 1123
Views

Dibalik Penangkapan Pembunuh Gadis Demak

Sempat Akan Salah Tangkap

Pewarta : Gatot Aribowo

Rabu Pahing - 21 Februari 2018 | 19:20 bbwi
Foto: Gatot Aribowo

Edi Sumarsono, alias Sondong, mempraktikkan saat dirinya melakukan bujuk rayu agar Ida Lestyaningrum mau diajak bersetubuh. Saat itu posisi Ida duduk di atas jok motor, sementara Sondong berdiri sambil tangannya menjamah-jamah tubuh Ida.

BLORA (wartablora.com)—Penangkapan terduga pelaku pembunuhan Ida Lestyaningrum, seorang gadis warga Demak berusia 27 tahun, menyimpan cerita tersendiri bagi anggota Satreskrim Polres Blora. Aparat kepolisian sempat akan salah tangkap, sebelum akhirnya menemukan nama Edi Sumarsono, alias Sondong, sebagai terduga pelaku. Sebelum menemukan nama Sondong, polisi sempat mau menangkap pegawai distributor rokok Apache di Beran. Pasalnya, di sekitar tempat kejadian polisi menemukan banyak setruk tagihan dari distributor rokok tersebut.

"Jadi saat penyelidikan itu kami menemukan adanya setruk tagihan rokok Apache. Kami sempat timbul kecurigaan jika pelakunya pegawai di sana," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Dwi Heri Utomo kepada wartablora.com.

Kecurigaan itu timbul sehari setelah ditemukannya mayat tersebut. Aparat kepolisian di Satreskrim Polres Blora bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan. Polisi, kata Kasat, lalu mendatangi kantor distributor rokok tersebut.

"Kami lalu melakukan pemeriksaan," ujar Kasatreskrim.

Dari pemeriksaan, terungkap jika sehari sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan, pegawai distributor rokok Apache memang sempat singgah di Monumen Korban PKI, tempat awal terjadinya peristiwa pembunuhan terhadap Ida.

"Dari pemeriksaan, pegawai tersebut istirahat dan sempat membuang setruk-setruk tagihan di sana," kata Kasat.

Setelah yakin bukan pegawai distributor rokok Apache yang menjadi terduga pelaku, polisi bergerak cepat untuk mengalihkan penyelidikan. Polisi mendatangi pihak keluarga korban setelah sore sebelumnya di hari ditemukannya mayat terungkap identitasnya.

"Dari pemeriksaan keluarga korban, terungkaplah saksi atas nama Endang yang merupakan sepupu korban," jelas Kasat.

Endang ini yang mengenalkan Sondong ke Ida. Endang mengungkapkan kesaksiannya pada polisi jika Ida pada Kamis, 15 Februari 2018, diajak keluar sama Sondong. Polisi pun menelusuri identitas Sondong mulai Sabtu malam, 17 Februari 2018 hingga Minggu, 18 Februari 2018.

"Kami bergerak cepat setelah mendapatkan kesaksian dari sepupu korban. Kami telusuri identitas dan rumah tinggalnya," terang Kasat.

Setelah menetapkan Sondong sebagai terduga pelaku, pada Minggu sore aparat kepolisian melakukan penggerebekan di rumah Sondong di Pedukuhan Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung. Saat digerebek, Sondong sempat melarikan diri sebelum dilumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Hukum & Kriminal Lainnya 

on wartablora.com 

Olahraga / Voli

Peduli Generasi Muda, Siswanto Gelar Voli U-19

Selasa Legi - 23 Oktober 2018 - 18:33
News / Wacana

Butuh Rp30 Miliar Untuk Hidupkan Gubug Payung

Rabu Pon - 10 Oktober 2018 - 17:52
Ekonomi & Bisnis / Info Bisnis
Dari Undian Tabungan Bima Bank Jateng

Warga Kedungjenar Blora Dapat Xpander

Rabu Pon - 10 Oktober 2018 - 16:43