BERITA Hukum & Kriminal 11413
Views

Lelaki Nakal Pembunuh Gadis Demak

Diperawani Dulu Diapotas Kemudian

Pewarta : Gatot Aribowo

Senin Kliwon - 19 Februari 2018 | 11:15 bbwi
Foto: Gatot Aribowo

Barang-barang bukti yang ditemukan dari tertangkapnya Sondong, pelaku pembunuhan Ida Lestyaningrum.

BLORA (wartablora.com)—Tak lebih dari 2x24 jam sejak ditemukannya mayat seorang gadis tak jauh dari Monumen Korban PKI di Desa Wulung, Randublatung, polisi berhasil menemukan tersangka pembunuhan. Tersangka seorang pria beristri, usia 24 tahun, telah beranak 2. Pria yang dikenal dengan panggilan Sondong ini, membunuh Ida Lestyaningrum, seorang gadis warga Demak berusia 27 tahun. Sebelum dibunuh dengan mengapotas Ida, Sondong terlebih dulu memerawani Ida.

Dalam rilis yang digelar Polres Blora, Senin pagi, 19 Februari 2018, Kapolres Blora AKBP Saptono menjelaskan, pelaku mengaku kalap saat dimintai pertanggungjawaban oleh korban.

"Setelah kejadian itu (persetubuhan), korban menuntut tersangka untuk bertanggung jawab, karena sudah direnggut keperawanannya. Korban meminta tersangka untuk dipertemukan orang tua tersangka untuk dimintai pertanggungjawabanya. Karena tersangka merasa telah memiliki istri dan 2 orang anak, tersangka kalap dan berpikir pendek," jelas Kapolres.

Dalam keadaan kalap itu, terlintaslah apotas di pikiran Sondong. Butiran beracun itu diletakkan di jok motor, di dalam botol air mineral. Sondong kemana-mana memang membawa apotas untuk pekerjaannya sehari-hari mencari ikan di sungai.

"Apotas itu lalu dicampur oleh tersangka dalam minuman fresh tea. Untuk mengelabui korban, tersangka mengatakan jika minuman itu dapat menyebabkan ketidak-hamilan," lanjut Kapolres.

Usai diminum, Sondong mengajak jalan korban dengan alasan untuk dipertemukan orang tuanya. Di pertengahan jalan, tiba-tiba korban terjatuh.

"Korban jatuh saat dibonceng. Lalu tersangka membuang korban di lokasi tempat ditemukannya mayat korban oleh warga," imbuh Kapolres.

Kronologi Pertemuan Sondong dan Ida

Ida, gadis malang yang berusia 27 tahun itu mungkin saja merasa terlambat menikah. Sementara adiknya telah mendahuluinya berumah tangga. Sebagai gadis yang kental dengan tradisi Jawa yang malu dan risih saat dilangkahi adiknya dalam membina rumah tangga, ia berharap Sondong yang baru dikenalnya 2 bulan bisa menjadi jodohnya.

"Mereka baru mengenal selama 2 bulan. Itu pun belum pernah bertatap muka. Hanya berhubungan lewat telepon," tutur Kapolres Blora dalam rilisnya Senin pagi.

Ida yang bekerja di Semarang sebagai buruh pertokoan mengenal Sondong melalui sepupunya. Sepupu Ida merasa ingin saudaranya itu bisa bahagia dengan menemukan jodohnya. Kebetulan, saudara sepupu Ida punya teman bernama Sondong yang dikenalnya saat merantau di Jakarta, dan masih berkomunikasi melalui telepon. Sayangnya, sepupu Ida tak mengetahui jika Sondong di kampungnya di Pedukuhan Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung telah beristri dan punya 2 anak, perempuan semua.

Celakanya lagi, Sondong ini tipe pria nakal yang buta mengejar nafsu belaka. Kendati telah memiliki anak sulung berusia 4 tahun dan anak bungsu 5 bulan, ia tak menolak saat dikenalkan dengan seorang gadis perawan. Sepanjang 2 bulan, Sondong tanpa sepengetahuan istrinya menjalin komunikasi yang akrab dengan Ida.

"Lalu mereka berencana untuk mengadakan jumpa darat," kata Kapolres.

Rabu, 14 Februari 2018, mereka mengadakan janji bertemu pada esok harinya. Keesokannya, Kamis, 15 Februari 2018, Sondong pergi ke Demak dengan mengendarai sepeda motornya. Istrinya tak curiga jika Sondong ingin selingkuh. Seperti biasa, istrinya mengira Sondong pergi mencari ikan. Tidak tahunya Sondong menuju Demak untuk menjemput Ida yang pulang dari Semarang.

"Tersangka menjemput di rumah orang tua korban," sebut Kapolres.

Mereka berdua, setelah pamitan ke orang tua Ida, Kamis siang sempat berjalan-jalan putar Kota Demak. Ida pun semakin terlena tanpa tahu Sondong hanya ingin keperawanannya. Ia pun gembira saat diajak jalan ke Blora. Ida mungkin saja berpikir jika Sondong ingin mempertemukannya dengan kedua orang tua Sondong.

"Mereka sempat kota-kota Blora sebelum jalan ke Randublatung," ujarKapolres.

Setibanya di Monumen Korban PKI, Sondong mengajak Ida berhenti terlebih dulu. Di sanalah Sondong berencana untuk menyetubuhi Ida. Ia pun melancarkan bujuk rayu ke Ida untuk mau melakukan hubungan badan. Saking percayanya, Ida pun merelakan keperawanannya. Ida tak pernah menyangka jika pertemuan pertama dengan Sondong itu menjadi akhir dari hidupnya.

"Tersangka kita jerat dengan 338 dan 340 KUHP," sebut Kapolres.

Ancaman pasal 338 paling lama penjara 15 tahun, sementara 340 bisa pidana mati. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Hukum & Kriminal Lainnya 

on wartablora.com 

News / Seremoni

Polres Blora Gelar Donor Darah

Selasa Kliwon - 15 Mei 2018 - 18:44
News / Peristiwa
Krenova 2018

26 Kreasi dan Inovasi Masyarakat Dilakukan Penilaian

Rabu Kliwon - 25 April 2018 - 15:35
Pertanian / Peristiwa
Panen Kedelai di Lahan Tegakan Jati di Japah

Hasilkan 2 Ton per Hektar

Selasa Wage - 24 April 2018 - 19:01