BERITA Hukum & Kriminal

Praperadilan Penetapan Tersangka Pencurian Kayu

Ditolak Karena Perkara Telah Disidangkan

Pewarta : Gatot Aribowo

Kamis Wage - 26 Oktober 2017 | 20:16 bbwi
Foto: Gatot Aribowo

Majelis Hakim dengan Hakim Tunggal, Morindra Kresna membacakan putusan sidang praperadilan atas penetapan Ngasiran sebagai tersangka pencurian kayu di PN Blora, Kamis (26/10/2017).

BLORA (wartablora.com)—Penetapan Ngasiran, 57 tahun, warga Desa Mendenrejo, Kecamatan Keradenan, sebagai tersangka pencurian kayu digugat melalui sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Blora, Kamis, 26 Oktober 2017. Dalam sidang yang majelis hakimnya adalah hakim tunggal Morindra Kresna, dimenangkan pihak Polres Blora sebagai termohon. Alasan Hakim Morin menolak permohonan pembatalan status tersangka Ngasiran dikarenakan sehari sebelumnya sidang perkara pencurian kayu yang mendudukkan Ngasiran sebagai terdakwa telah bergulir.

"Ini karena pokok perkaranya telah disidangkan kemarin (Rabu, 25/10/2017), yang otomatis menggugurkan gugatan praperadilan. Karena aturan mainnya seperti itu," kata Morindra Kresna kepada wartawan usai sidang.

Sidang perdana perkara Ngasiran ini telah dilangsungkan pada Rabu, 25 Oktober 2017, dengan Majelis Hakimnya: Mukmirin Kusumastuti sebagai Hakim Ketua, dan Dwi Ananda FW sebagai Hakim Anggota, serta Yayun Safiah sebagai Hakim Anggota. Dalam sidang tersebut, terdakwa Ngasiran merasa tidak keberatan tidak didampingi penasehat hukum.

"Atas status dakwaan, terdakwa juga tidak keberatan," kata Morin yang juga merupakan Humas PN Blora ini.

Sementara itu Kuasa Hukum Ngasiran yang melayangkan gugatan praperadilan, Darda Syahrizal menyatakan dirinya merasa dikerjai dengan jadwal sidang praperadilan yang lambat. Padahal, katanya, gugatan praperadilan telah dilayangkan jauh hari sebelum berkas perkara pencurian kayu dilimpahkan kejaksaan ke PN Blora. Ia yang telah dikuasakan pihak keluarga Ngasiran untuk menjadi Kuasa Hukum merasa diabaikan saat sidang perkara pencurian kayu dijadwalkan.

"Saya memang merasa dikerjai. Kecewa juga. Saya ajukan praperadilan ini saat masih proses di kepolisian. Karenanya dalam praperadilan, sebagai termohon adalah Polres Blora. Namun ini (berkas perkara pencurian kayu Ngasiran) tiba-tiba sudah sampai di pengadilan, dan sudah disidang lebih dulu," katanya.

Darda sendiri sempat emosi saat persidangan praperadilan yang mulai berlangsung sekitar jam 2 siang. Sidang sempat diskors lantaran hakim meminta waktu untuk membuka berkas perkara dan mempelajarinya.

Saling Bertentangan

Kejelasan proses penangkapan dan penetapan Ngasiran sebagai tersangka pencurian kayu saling bertentangan antara rilis yang dikeluarkan Polres Blora dan keterangan dari pihak keluarga. Dalam rilisnya tertanggal 28 Agustus 2017 melalui email, Polres Blora menyatakan penangkapan terhadap Ngasiran dilakukan pada sore jam 4, hari Minggu, 27 Agustus 2017. Sementara dari keterangan keluarga yang dijadikan materi dalam gugatan praperadilan, penangkapan Ngasiran dilakukan pada dinihari jelang subuh pada hari yang sama.

Darda Syahrizal, Kuasa Hukum Ngasiran di praperadilan menyatakan, penangkapan dilakukan dengan cara penggerebekan saat Ngasiran tidur. Darda juga menyatakan tidak ada alat bukti cukup yang bisa dijadikan polisi untuk menetapkan Ngasiran sebagai tersangka.

"Barang bukti diambil hanya celana loreng," katanya usai sidang praperadilan di PN Blora, Kamis, 26 Oktober 2017.

Dalam materi gugatan praperadilannya, Darda menyatakan tidak ada kepatutan dan kelayakan untuk menetapkan Ngasiran sebagai tersangka. Ia menilai, penetapan itu tidak melalui prosedur yang benar. 

Polres Blora dalam rilisnya menyatakan, penangkapan Ngasiran disertai dengan barang bukti berupa 49 kayu jati gelondongan.

"Kami bersama Perhutani saat menggeledah rumah pelaku menemukan gelondongan kayu jati di belakang rumahnya (Ngasiran). Saat dilakukan pengecekan pengukuran, ukurannya sama dengan kayu jati yang hilang di petak 32 dan 30 KPH Randublatung," kata Kasatreskrim Polres Blora AKP Dwi Herry, Senin, 28 Agustus 2017.

Kasatreskrim juga menyatakan, proses penangkapan dan penetapan Ngasiran juga telah melalui prosedur yang sesuai. Dalam keterangannya di rilis tersebut, Kasatreskrim menyatakan, penyelidikan atas pencurian kayu yang berujung pada penangkapan Ngasiran telah dilakukan sejak dua minggu sebelum tanggal penangkapan.

"Kami mendapat laporan dari Perhutani KPH Randublatung bahwa pada pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2017 sore hari, petugas Perhutani mendapatkan informasi bahwa ada pengangkutan kayu jati dari dalam hutan. Tiga hari kemudian petugas Perhutani juga mendapatkan info lagi adanya pengangkutan kayu jati dari dalam hutan. Kedua informasi tersebut setelah dicek, ternyata benar ada bekas sisa-sisa tebangan di dua petak berbeda," jelasnya.

Berbekal informasi tersebut, kata Kasatreskrim, polisi melakukan penyelidikan yang mengarah pada Ngasiran sebagai pemilik truk.

"Dalam pemeriksaan pelaku sempat mengaku kayu itu adalah miliknya yang dibeli dari warga kampung. Namun ia tak dapat menunjukkan dokumen kayu jati yang ditebang," kata Kasatreskrim.

Pemeriksaan atas Ngasiran sebagai tersangka ini sempat disesalkan Darda lantaran tidak ada pendampingan dari pengacara. Negara, kata Darda, punya kewajiban untuk memberikan kesempatan pada tersangka didampingi pengacara karena ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

"Kalau tidak (didampingi), ada indikasi haknya (tersangka) tidak diberikan. Apalagi ini orang yang tidak punya apa-apa dan tidak berpendidikan," kata Darda yang juga menyatakan akan mengajukan dirinya untuk mendampingi Ngasiran dalam persidangan perkara pencurian kayu. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Hukum & Kriminal Lainnya 

on wartablora.com 

News / Peristiwa

Kapolres Kembali Ingatkan Netralitas Anggota

Rabu Pahing - 17 Januari 2018 - 23:14
News / Peristiwa

Cegah Difteri, Anggota Polres Divaksin

Rabu Pahing - 17 Januari 2018 - 23:04
News / Seremoni

9 Kapolsek Dirotasi

Selasa Legi - 16 Januari 2018 - 20:07
News / Seremoni
Sosialisasi DIPA Polres

Kapolres: Jangan Bermain-main dengan Anggaran

Senin Kliwon - 15 Januari 2018 - 20:06
News / Peristiwa

Diduga Korsleting di Aki, Jazz Bidan Pule Terbakar

Senin Kliwon - 15 Januari 2018 - 19:23