BERITA Peristiwa

Tahanan Meninggal di Lapas

Kalapas Berharap Pemkab Bantu Bangun Klinik

Pewarta : Gatot Aribowo

Sabtu Wage - 21 Oktober 2017 | 13:28 bbwi
Foto: Gatot Aribowo/wartablora.com

Yogha Aditya Ruswanto, Kepala lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Blora.

BLORA (wartablora.com)—Kepala lembaga pemasyarakatan (Kalapas) Blora Yogha Aditya Ruswanto berharap pemerintah kabupaten Blora dapat membantu pembuatan klinik kesehatan bagi warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIB Blora. Harapan ini ia sampaikan menyusul meninggalnya seorang tahanan di dalam Lapas, Sabtu, 21 Oktober 2017.

"Kalau bisa dibuatkan klinik di dalam. Karena bagaimana pun yang kita bina di sini adalah masyarakat Blora yang memang perlu juga mendapatkan layanan kesehatan," katanya pada Sabtu siang.

Jika pun belum mampu membuatkan klinik, Kalapas berharap ada kunjungan dokter atau tenaga medis lainnya dari rumah sakit atau Puskesmas setiap harinya.

"Mudah-mudahan pemerintah daerah (Kabupaten Blora), dalam hal ini Dinas Kesehatan mungkin, melalui rumah sakit umum atau Puskesmas terdekat mungkin ada home visit, minimal dokter atau perawat dalam semingg bisa standby 2 hingga 4 jam."

Kalapas sendiri mengakui jika di Lapas Kelas IIB Blora untuk fasilitas kesehatan belum memadai. Meskipun dalam seminggu ada sekali kunjungan tenaga medis dari Puskesmas, namun itu pun belum maksimal. Tak jarang tenaga medis yang seminggu sekali mengunjungi Lapas lebih memprioritaskan layanan kesehatan di luar.

Pagi sebelumnya, pihak Lapas dikejutkan dengan meninggalnya seorang tahanan atas nama Joko Marwoto, usia 49 tahun, beralamat di Cepu. Penyebab meninggalnya karena sakit komplikasi.

"Penyebab sakit jantung komplikasi ginjal," sebut Kalapas.

Joko ini sebelumnya pernah masuk tahanan dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Di bulan Agustus lalu, Joko masuk dititipkan ke Lapas dalam perkara pembalakan liar. Selama dua bulan lebih ini Joko baru sekali menjalani sidang.

"Jadi saat masuk ke sini juga ada pemeriksaan kesehatan. Bahkan saat di kepolisian juga. Memang almarhum ini sejak awal telah menyampaikan pada kami jika ia memiliki riwayat sakit dalam," kata Kalapas.

Namun, lanjut Kalapas, almarhum tidak pernah mengeluh atas sakitnya tersebut.

"Bahkan semalam (Jumat malam) hingga jam sebelas ia masih ngobrol dengan teman-temannya. Lalu paginya, ya sekitar jam setengah 6 atau jam 6 sewaktu teman-teman sekamarnya sudah bangun, saat almarhum ini dibangunkan ternyata sudah tidak bereaksi," terang Kalapas. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Peristiwa Lainnya 

on wartablora.com 

Metro Cepu / Peristiwa
Jalan Keadilan Buat Korban Penggusuran Balun Cepu (Bagian 3)

Upaya Memperjuangkan Kompensasi

Selasa Pon - 14 Nopember 2017 - 21:05
Ekonomi & Bisnis / Info Bisnis
Undian Tabungan BPR BKK Blora

Warga Kedungtuban Raih Daihatsu Zigra

Rabu Pahing - 08 Nopember 2017 - 19:34
News / Hukum & Kriminal
Jalan Keadilan Buat Ngasiran, Pencuri Kayu Jati

Benarkah Ada Rekayasa Perkara Hukum?

Kamis Legi - 02 Nopember 2017 - 17:16
Berita Foto / Pendidikan

Pameran Buku di GOR Mustika

Rabu Kliwon - 01 Nopember 2017 - 13:13
News / Jawa Tengah
Peringati Sumpah Pemuda

Korem 071/Wijayakusuma Putar Film Merah Putih Memanggil

Senin Pon - 30 Oktober 2017 - 19:55
Pertanian / Peristiwa
Paket Penjualan Pupuk Bersubsidi

Bupati: Monggo Sosialisasikan, Tapi Jangan Paksa Beli

Senin Pon - 30 Oktober 2017 - 17:40