BERITA Peristiwa 985
Views

Kapolri Sebut Motif Stres Hutang

Keluarga Bambang Tejo: Biarlah!

Pewarta : Gatot Aribowo

Kamis Kliwon - 12 Oktober 2017 | 23:40 bbwi

Jasmadi, Ketua RT. 2/RW. 4 Kelurahan Kunden.

BLORA (wartablora.com)—Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut motif terduga penembak di insiden penembakan yang melibatkan 3 anggota Brimob Pati, karena stres memikirkan hutang. Kapolri mengatakan ini saat ditanya anggota DPR RI dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

"Investigasi intenal sedang berjalan, motif pribadi stres karena utang," kata Kapolri, dikutip dari tribunnews.com.

Atas pernyataan ini, keluarga almarhum Bambang Tejo—terduga penembak, tak mau menanggapinya.

"Biarlah kalau seperti itu," kata adik dari Bambang Tejo saat wartablora.com mencoba mengklarifikasi perihal ini, Kamis sore, 12 Oktober 2017.

Dia secara halus menolak untuk diwawancarai. Apalagi keluarga juga masih berkabung, selain tak ingin membuat polemik di media.

Almarhum Bambang Tejo sendiri diketahui memiliki sebidang rumah tanah di Perumda. Meski sempat tersiar kabar rumah tanah itu dijual, namun Ketua RT. 2/RW. 4 Kelurahan Kunden, Jasmadi membantah rumah milik Bambang Tejo yang letaknya tak jauh dari rumahnya itu telah dijual.

"Sepengetahuan saya tidak (dijual)," katanya.

Teman Akrab

Sementara itu, Sumarno, satpam PT Sarana GSS Trembul (SGT), mengungkapkan jika ketiga anggota Subden 4 Detasemen A Pelopor Brimob Pati yang terlibat dalam insiden itu sebenarnya akrab. Sumarno yang juga merupakan salah satu tokoh di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, mengatakan, sebelum kejadian mereka bertiga terlihat ngetril bareng.

"Mereka teman akrab. Sebelum kejadian, mereka ngetril bareng di punden," katanya, saat dijumpai wartawan pada Kamis.

Sumarno tak percaya jika hanya karena hutang, seorang teman akrab tega membunuh temannya. Selain itu, dikatakan Sumarno jika dulunya pernah terjadi kematian tak wajar saat ada pengeboran minyak.

Bunuh Diri

Motif pelaku yang keceplosan diungkapkan Kapolri adalah karena stres memikirkan hutang bisa jadi melihat kejadian sebelumnya yang mirip. Oktober tahun lalu, seorang polisi kelahiran Blora yang berdinas di Polsek Karangsembung, Kebumen, juga bunuh diri dengan cara menggantung diri. Meskipun bunuh dirinya dengan cara gantung diri, namun motifnya diungkap polisi karena memikirkan hutang.

Ipda Nyariman, diketahui bermain di penerimaan anggota polisi dengan menjanjikan lolos kepada anak seorang temannya yang mendaftar kepolisian. Nyariman dikabarkan telah menerima persekot ratusan juta, dan ditagih-tagih oleh pemberinya. Nyariman lalu bunuh diri pada 5 Oktober 2016. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman warga di RT. 5/RW. 5, Kelurahan Jepon, Blora.

Berbeda dengan Nyariman, Bambang Tejo bunuh diri setelah diduga membunuh 2 temannya terlebih dulu. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Peristiwa Lainnya 

on wartablora.com 

Pendidikan / Peristiwa

Siswanto Sebar 999 Amplop THR

Selasa Pon - 12 Juni 2018 - 20:34
News / Hukum & Kriminal
Pergantian Jabatan di Jajaran Polres Blora

Wakapolres, Kasatlantas dan 3 Kapolsek Diganti

Minggu Wage - 03 Juni 2018 - 19:55
Budaya / Even
Rangkaian Hari Pancasila di Sedulur Sikep Klopoduwur

Dari Buka Bersama Hingga Ritual

Jumat Pahing - 01 Juni 2018 - 19:11
News / Seremoni

Polres Blora Gelar Donor Darah

Selasa Kliwon - 15 Mei 2018 - 18:44
Pertanian / Peristiwa
Panen Kedelai di Lahan Tegakan Jati di Japah

Hasilkan 2 Ton per Hektar

Selasa Wage - 24 April 2018 - 19:01