BERITA Pemerintahan

Wakil Gubernur: Jangan Sejajarkan Blora dengan Kabupaten Lain

Pewarta : Gatot Aribowo

Jumat Wage - 06 Oktober 2017 | 14:23 bbwi
Foto: Gatot Aribowo

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko secara simbolis memberikan bantuan sosial kepada 62 warga terpilih yang rumahnya tidak layak huni, diterima Bupati Blora Djoko Nugroho di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (6/10/2017).

BLORA (wartablora.com)—Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko mengingatkan untuk tidak menyejajarkan Blora dengan daerah lain. Sebabnya setiap daerah punya karakteristik masing-masing. Dengan karakteristiknya, setiap daerah punya keunggulan kompetitif.

"Jangan sejajarkan Blora dengan daerah lain, semisal Kudus. Blora punya sapi. Ini bisa jadi keunggulan kompetitif," pesannya saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (6/10/2017).

Dalam beberapa kesempatan, Bupati Blora Djoko Nugroho memang sering mengeluhkan posisi geografis Blora yang tidak strategis. Tidak beradanya Blora pada jalur nasional, seperti Kudus dan kota-kota di Pantura, membuat Blora dikatakan Bupati sulit berkembang.

"Dengan keunggulan kompetitifnya, Blora bisa mengentaskan kemiskinan penduduknya," tandas Wakil Gubernur.

Dalam kesempatan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan bantuan untuk 62 warga yang digolongkan pemilik rumah tidak layak huni. Jumlah bantuan untuk 62 warga terpilih ini masing-masing Rp10 juta rupiah. Bantuan dimaksudkan untuk membantu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Blora. Secara simbolis, bantuan diterima Bupati Blora.

Rapat koordinasi penanggulanan kemiskinan itu diikuti seluruh instansi dinas pemerintahan Kabupaten Blora. Juga diikuti pemerintahan desa dan pemerintahan kelurahan.

Selain mengingatkan untuk lebih mencari keunggulan kompetitif, Wakil Gubernur juga mengingatkan tentang pertumbuhan ekonomi yang tidak berbanding lurus dengan berkurangnya kemiskinan. Sebab menurut Wakil Gubernur, pemerataan dipengaruhi oleh pemerataan atau keadilan sosial.

"Pertumbuhan penting, tapi bukan berarti adanya pertumbuhan yang tinggi lalu tingkat kemiskinan akan berkurang. Kemiskinan dipengaruhi oleh pemerataan. Ibaratnya, pertumbuhan adalah kue yang semakin membesar, dan pemerataan adalah pembagian kuenya," imbuhnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, kepala desa-kepala desa menggunakannya untuk mengadu dan meminta bantuan untuk menanggulangi kemiskinan di wilayahnya masing-masing. Keluhan lebih banyak pada infrastruktur jalan dan pengembangan SDM desa. (*)

 


KOTAK KOMENTAR

Pemerintahan Lainnya 

on wartablora.com 

News / Peristiwa

Kapolres Kembali Ingatkan Netralitas Anggota

Rabu Pahing - 17 Januari 2018 - 23:14
News / Peristiwa

Cegah Difteri, Anggota Polres Divaksin

Rabu Pahing - 17 Januari 2018 - 23:04
News / Seremoni

9 Kapolsek Dirotasi

Selasa Legi - 16 Januari 2018 - 20:07
News / Seremoni
Sosialisasi DIPA Polres

Kapolres: Jangan Bermain-main dengan Anggaran

Senin Kliwon - 15 Januari 2018 - 20:06
News / Peristiwa

Diduga Korsleting di Aki, Jazz Bidan Pule Terbakar

Senin Kliwon - 15 Januari 2018 - 19:23