BERITA Nasional 1369
Views

Bakar-Bakar, Prajurit 410/Alugoro Picu Kerusuhan di Jayapura

Jumat Legi - 26 Mei 2017 | 13:55 bbwi
Foto: Walhamri Wahid

Aksi massa di depan markas Komando Resort Militer (Korem) 172/Praja Wira Yakthi di Jayapura, Papua, Kamis (25/5/2017), diprovokasi isu pembakaran kitab suci oleh Prajurit 410/Alugoro. Nampak Walikota Jayapura Benhur Tommi Mano (bertanda panah merah) di tengah kerumunan menenangkan massa.

JAYAPURA (wartablora.com)—Aksi ratusan massa terjadi di depan Makorem 172/PWY di Padangbulan, Jayapura, Kamis (25/5/2017). Aksi yang sempat rusuh ini dipicu isu adanya pembakaran Al-Kitab oleh beberapa prajurit 410/Alugoro. Kontributor wartablora.com di Jayapura, Walhamri Wahid melaporkan, dari foto yang ia dapat, bukan Al-Kitab yang dibakar namun buku bersampul biru berjudul Asal-Usul Agama-agama.

Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel (Inf) Teguh Pudji Raharjo.

"Berdasarkan pemeriksaan awal kita, bukan kitab suci salah satu agama, tapi buku–buku agama," katanya kepada Walhamri Wahid, Kamis (25/5/2017) malam waktu setempat.

Kapendam mengatakan, setelah adanya tuntutan massa dan insiden kerusuhan yang mewarnai aksi massa, Kodam XVII/Cenderawasih membentuk Tim Investigasi Khusus yang unsurnya terdiri dari TNI, Polri, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan juga Komnas HAM.

"Mereka yang punya kewenangan untuk menilai nantinya, kita tunggu hasil investigasi tim," ujarnya.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Supit pada Jumat (26/5/2017) saat menghadiri pertemuan yang digagas Walikota Jayapura Benhur Tommi Mano dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Papua mengatakan, pembakaran itu dilakukan tanpa sengaja.

"Kejadian pembakaran buku asal usul agama kemarin juga dilakukan tanpa sengaja di kediaman Kasrem 172/PWY yang memang menganut agama Katolik. Jadi mana mungkin hal tersebut dilakukan dengan sengaja. Jadi saya tegaskan sekali ini, kejadian pembakaran murni adalah ketidaksengajaan," ujar Pangdam.

Sebelumnya, aksi ratusan massa yang sempat diwarnai insiden kekerasan terjadi di halaman markas Korem 172/PWY di Padangbulan, Jayapura, yang letaknya sejauh tak kurang 12 kilometer dari pusat kota Jayapura. Walikota Jayapura sempat turun untuk menenangkan massa yang emosi lantaran adanya isu pembakaran kita suci agama Kristen/Katolik. Mayoritas penduduk di Papua memang beragama Kristen/Katolik.

Dilaporkan, di tengah-tengah massa, Walikota Jayapura sempat terisak tak kuasa menahan air mata membayangkan Jayapura bergolak seperti Ambon yang rusuh di tahun 1999.

Aksi massa yang menuntut oknum TNI diserahkan kepada mereka ini sempat rusuh. Aksi lempar batu mewarnainya. Seorang anggota polisi yang kebetulan berada tak jauh dari tempat aksi terkena lemparan batu. Warga pun ada yang terkena lemparan pula.

Aksi ini dipicu adanya foto sisa-sisa pembakaran yang beredar luas di media sosial. Sisa-sisa pembakaran ini berupa buku-buku yang dibakar prajurit 410/Alugoro. Buku-buku tersebut berada di barak yang akan ditempati prajurit 410 yang belum lama ini baru tiba dalam penugasannya menggantikan prajurit 516/Branjangan. Barak ini berada satu kompleks dengan rumah dinas Kepala Staf Korem 172/PWY, bersebelahan dengan asrama mahasiswa.

Foto yang beredar diduga diambil oleh mahasiswa yang melihat sisa-sisa pembakaran. Foto ini pun diedarkan dan viral di media sosial, memprovokasi massa untuk melakukan aksi di Makorem tersebut. (*)


KATA KUNCI
KOTAK KOMENTAR

Nasional Lainnya 

on wartablora.com 

Pendidikan / Peristiwa

Siswanto Sebar 999 Amplop THR

Selasa Pon - 12 Juni 2018 - 20:34
News / Hukum & Kriminal
Pergantian Jabatan di Jajaran Polres Blora

Wakapolres, Kasatlantas dan 3 Kapolsek Diganti

Minggu Wage - 03 Juni 2018 - 19:55
Budaya / Even
Rangkaian Hari Pancasila di Sedulur Sikep Klopoduwur

Dari Buka Bersama Hingga Ritual

Jumat Pahing - 01 Juni 2018 - 19:11
News / Seremoni

Polres Blora Gelar Donor Darah

Selasa Kliwon - 15 Mei 2018 - 18:44