BERITA Politik

Belajar di Sasono Pasinaon Pemilu

Langkah Awal Tahu Politik

Politik bukan sesuatu yang perlu dijauhi. Sebab keputusan yang mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, bahkan ekonomi berawal dari keputusan politik. Sudah saatnya generasi muda generasi perubahan melek politik.

Oleh : Gatot Aribowo

Foto: Gatot Aribowo

Arifin, Ketua KPUD Kabupaten Blora, menunjukkan salah satu tempat belajar sejarah Pemilu di Indonesia.

BERAPA jumlah anggota DPRD di Kabupaten Blora? Berapa partai yang duduk di lembaga perwakilan rakyat tersebut? Partai apa saja yang mendapat kursi terbanyak (atau partai pemenang) dari Pemilu sebelumnya ke Pemilu berikutnya? Berapa jumlah partai peserta Pemilu di Indonesia sekarang? Berapa jumlah partai yang sebelumnya? Berapa partai di era Presiden Suharto? Berapa partai di era awal pemerintahan Presiden Suharto? Dari periode ke periode Pemilu, periode kapan Indonesia pernah punya jumlah partai terbanyak? Kapan pertama kali kita (Indonesia) mengadakan Pemilu? Berapa partai saat itu?

Berbagai pertanyaan itu bisa dijawab saat berkunjung ke Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang ada di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Blora. Kantor KPUD letaknya tak jauh dari Pasar Blora. Bisa ditempuh dari Perempatan Bangjo Bihandono, ke arah selatan sejauh tak lebih 100 meter. Dari arah ini, letaknya kiri jalan, di depan halte.

"Jika nantinya sudah sampai di kantor kami," kata Arifin, Ketua KPUD Kabupaten Blora, "bilang saja ke Satpam untuk mengantar ke Rumah Pintar Pemilu. Nanti kami sambut dengan senang hati untuk melayani keingintahuan tentang Pemilu."

Keingintahuan bisa diluaskan setelah berbagai pertanyaan di awal telah terjawab. Dari bekal pengetahuan itu, akan berlanjut pada pertanyaan yang lebih kritis: Apa yang terlintas dalam gambaran kita membaca jumlah partai dan partai-partai yang berhaluan sama dari Pemilu ke Pemilu? Apa yang terlintas dalam pikiran saat membaca partai berhaluan sama tiba-tiba jadi lebih satu partai? Mengapa di Pemilu 1977, partai yang banyak tersebut dijadikan 3? Apa yang tergambar saat membaca partai mana saja yang digabung dengan partai yang sama?

"Apapun pertanyaan dari pengunjung yang terkait dengan Pemilu," kata Ita Sadrini Astuti, Anggota KPUD Kabupaten Blora, "sepanjang itu untuk mengedukasi, akan kita jawab. Kita juga siap berdiskusi dengan pengunjung."

Sesuai dengan kata pintar yang disematkan dalam RPP, pengunjung bisa membuat pintar dirinya sendiri dengan semakin banyak tahu tentang politik, yang salah satu instrumennya adalah partai politik. Dengan berkunjung ke RPP, pengunjung akan tahu, partai bercorak apa yang menang di Pemilu pertama.

Selain pengetahuan-pengetahuan yang luas dan kritis tersebut bisa didapat, di RPP juga tersedia perangkat untuk membuka pengetahuan teknis dari pengunjung tentang tata cara pencoblosan, dan bagaimana prosedurnya.

"Di sini kita menyediakan maket tempat pemungutan suara," kata Arifin sambil menunjukkan maket tersebut kepada wartablora.com saat berkunjung pada Rabu (10/5/2017).

Untuk pengetahuan politik lokal, KPUD Kabupaten Blora juga telah mendokumentasikan hasil-hasil Pemilu dan siapa saja yang pernah duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Blora, juga siapa Bupati dan Wakil Bupati pemenang dari periode pemilu sebelumnya.

"Di sini kita juga menyediakan dokumentasi hasil Pemilu yang dulu-dulu," ujar Arifin seraya menunjuk ke dinding-dinding tempat dokumentasi-dokumentasi tersebut ditempelkan.

Dokumentasi itu memang belum lengkap. Ada hasil Pemilu 2004 yang dokumentasinya masih terselip. Meski demikian, dari hasil pemilu 2009 dan 2014, pengunjung bisa mendapat sedikit gambaran tentang perkembangan politik di Kabupaten Blora dari periode ke periode.

RPP ini sekaligus mirip perpustakaan. Ada buku-buku tentang pengetahuan politik, Pemilu, aturan hukum yang manjadi aturan main untuk terselenggaranya Pemilu sebagai ajang perebutan kekuasaan dengan cara yang adil dan jujur, serta buku-buku terkait.

"Memang bisa dikatakan seperti itu (perpustakaan)," kata Arifin. 

RPP yang dibuka sejak minggu ketiga April ini disebut juga dengan Sasono Pasinaon Pemilu. Nama ini, kata Arifin, adalah sebutan untuk masing-masing RPP yang ada di setiap kota dan kabupaten. RPP ini adalah program dari KPU di Jakarta. Sejak diluncurkan 18 April silam, sasono ini telah dikunjungi pelajar dari 3 sekolah setingkat SMA yang ada di Blora.

"Kami memang letakkan (RPP) ini di dalam, karena mau diletakkan di mana lagi. Karena di depan juga tidak mungkin. Jadinya di dalam," kata Arifin.

Tapi meski di dalam, Arifin menyakinkan ke siapa saja yang berkunjung akan diterima dengan ramah.

Jadi jangan sungkan atau takut dengan adanya Satpam di depan. Berkunjung saja, dan nanti akan disambut anggota-anggota KPUD Kabupaten Blora yang akan memberikan pencerahan tentang Pemilu dan politik. (*) 


KOTAK KOMENTAR

Politik Lainnya 

on wartablora.com 

Pendidikan / Peristiwa

Siswanto Sebar 999 Amplop THR

Selasa Pon - 12 Juni 2018 - 20:34
News / Hukum & Kriminal
Pergantian Jabatan di Jajaran Polres Blora

Wakapolres, Kasatlantas dan 3 Kapolsek Diganti

Minggu Wage - 03 Juni 2018 - 19:55
Budaya / Even
Rangkaian Hari Pancasila di Sedulur Sikep Klopoduwur

Dari Buka Bersama Hingga Ritual

Jumat Pahing - 01 Juni 2018 - 19:11
News / Seremoni

Polres Blora Gelar Donor Darah

Selasa Kliwon - 15 Mei 2018 - 18:44