BERITA Sosok 3021
Views

Dan Yonif 410 Letkol Heri Amrulloh

Jadikan 410 Ramah ke Masyarakat

Bulan Juni lalu genap satu tahun Letnan Kolonel Infanteri M Heri Amrulloh menjabat Komandan Batalyon Infenteri 410/Alugoro. Telah cukup banyak yang dilakukannya.

Letkol (Inf) Heri Amrulloh, Dan Yonif 410/Alugoro.

BAGI masyarakat Blora yang belum pernah masuk ke lingkungan markas batalyon 410, kesan "angker" dan tertutup akan terasa. Tak mudah bagi Letkol (Inf) Heri untuk mengubah kesan itu. Namun, amanat dari Pangdam IV/Diponegoro menjadikan dirinya terpacu untuk membuat baik 410.

"Pangdam (yang asli Blora) berpesan khusus untuk membuat batalyon ini jadi baik," kata lulusan Akmil tahun 1999 ini.

Letkol Heri menjabat Dan Yonif 410 sejak akhir Juni tahun lalu. Saat itu masih menjabat sementara, menggantikan Letkol (Inf) Denny Marantika yang disiapkan menjabat Dandim 0725/Sragen. Lalu Jumat (25/9/2015), ia resmi menjabat sebagai Dan Yonif 410/Alugoro, setelah serah terima tongkat komando. Sebelumnya, suami dari Fara Deni Rediana ini menjabat sementara di Perwira pembantu madya (Pabandya) Binkar Spersdam IV/Diponegoro.

"Membuat batalyon menjadi baik ini antara lain menghilangkan kesan angker yang ada di batalyon ini, sehingga bisa bersahabat dengan masyarakat. Salam, senyum, dan sapa wajib ada di penjagaan. Kami terbuka untuk masyarakat Blora," kata ayah 2 anak ini.

Walaupun terbuka ke masyarakat, kewaspadaan tetap menjadi ciri khas seorang prajurit TNI.

"Iya tetap kewaspadaan harus itu. Militan harus tetap. Tapi, kami benar-benar terbuka untuk masyarakat Blora yang ingin menggunakan fasilitas yang ada di markas ini. Ada lapangan tenis, ada lapangan basket, ada lapangan bola, volly, masyarakat bisa menggunakannya. Bahkan," tegas prajurit TNI yang pernah tugas operasi di Aceh ini, "kami akan membangun kolam renang. Sudah kami ajukan ke Kasad. Ditanya, ada gak lahannya. Oh ada, luas lahannya di sini. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Silakan nanti masyarakat kalau mau menggunakan fasilitas kolam renang setelah ada nanti."

Letkol Heri yang telah menyelesaikan Seskoad sejak 3 tahun silam ini, punya keinginan menghiasi wajah prajurit dengan wajah yang melayani rakyat.

"Rakyat itu bukan musuh," tegasnya.

Saat awal masuk Blora, pemilik tinggi badan 163 sentimeter ini mengakui cukup awam dengan Blora.

"Bagi yang tidak tahu, Blora itu panas, sepi. Namun," kata prajurit TNI berkelahiran Mojokerto, 17 April, 39 tahun silam ini, "masyarakatnya bagus kok. Masih guyub. Bahkan, diam-diam ternyata banyak potensi SDM-nya. Banyak yang sukses kan?"

Salah satunya adalah Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi yang menjabat sejak Juli tahun lalu.

"Ini markas kami benahi. Itu," kata Letkol Heri sambil menunjuk ke luar ruangannya, "dibantu (anggarannya) sama Pangdam. Pagar kami benahi. Dulu hanya pagar berkawat, sekarang kami benahi semua. Pintu gapura kita desain ulang. Yang barat sana kami desain minimalis."

Lulus Akademi militer (Akmil) tahun 1999, Heri Amrulloh ditugaskan di Sintang, perbatasan Malaysia dan Indonesia di Kalimantan Barat. Setelah itu dia mendapat penugasan operasi ke Ambon tahun 2002. Tahun 2003 ia mendapat penugasan operasi terpadu di Aceh. Penempatan di Aceh Besar dan Takengon. Lalu 2 kali ditugaskan operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia tahun 2005 dan 2009. Di tahun 2013, Heri Amrulloh lalu ditugaskan ke jajaran Kodam IV/Diponegoro. (*)


KOTAK KOMENTAR

Sosok Lainnya 

on wartablora.com 

Pendidikan / Peristiwa

Siswanto Sebar 999 Amplop THR

Selasa Pon - 12 Juni 2018 - 20:34
News / Hukum & Kriminal
Pergantian Jabatan di Jajaran Polres Blora

Wakapolres, Kasatlantas dan 3 Kapolsek Diganti

Minggu Wage - 03 Juni 2018 - 19:55
Budaya / Even
Rangkaian Hari Pancasila di Sedulur Sikep Klopoduwur

Dari Buka Bersama Hingga Ritual

Jumat Pahing - 01 Juni 2018 - 19:11
News / Seremoni

Polres Blora Gelar Donor Darah

Selasa Kliwon - 15 Mei 2018 - 18:44